Perkembangan teknologi pendidikan mulai bergerak dari sekadar penggunaan komputer dan internet menuju lingkungan belajar yang mampu memahami kebutuhan peserta didik. Salah satu konsep yang menarik untuk diterapkan pada pendidikan vokasi adalah Smart Learning Environment berbasis Internet of Behaviors (IoB).

Konsep ini memungkinkan aktivitas belajar dianalisis berdasarkan pola perilaku digital siswa, seperti interaksi dengan materi, waktu mengerjakan tugas, aktivitas pada platform pembelajaran, hingga pola keterlibatan dalam kegiatan praktik. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih adaptif. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kombinasi IoB dan kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membangun pembelajaran yang lebih personal.
IoB dan Perubahan Pola Pembelajaran di SMK
Pada lingkungan SMK TKJ atau SMK TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi), penerapan IoB memiliki peluang yang cukup besar. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan berbagai aktivitas praktik seperti konfigurasi router, pengelolaan server, instalasi jaringan, keamanan jaringan, dan troubleshooting.
Data aktivitas tersebut dapat menjadi indikator untuk mengetahui bagian pembelajaran yang masih sulit dipahami. Misalnya, ketika sebagian siswa berulang kali mengakses materi konfigurasi VLAN tetapi masih mengalami kesalahan saat praktik, guru dapat memberikan materi tambahan atau simulasi yang lebih sesuai.
Pendekatan seperti ini membuat teknologi tidak sekadar menjadi alat bantu, tetapi menjadi bagian dari proses evaluasi pembelajaran.
Smart Learning Environment untuk Pendidikan Vokasi
Lingkungan belajar cerdas tidak berarti seluruh proses pembelajaran harus digantikan oleh AI. Peran guru tetap menjadi pusat dalam menentukan strategi pembelajaran. Teknologi digunakan untuk membantu guru membaca pola belajar dan mengambil keputusan berdasarkan data.
Bagi SMK jaringan di Sidoarjo, pendekatan ini dapat dikembangkan melalui laboratorium jaringan yang terhubung dengan sistem pembelajaran digital. Aktivitas praktikum, evaluasi, simulasi jaringan, dan materi pembelajaran dapat dikombinasikan dalam satu ekosistem.
Konsep tersebut juga relevan bagi SMK jaringan di Surabaya, SMK jaringan di Jawa Timur, hingga SMK jaringan di Indonesia yang sedang mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Tantangan dan Etika Penggunaan Data Siswa
Penerapan IoB membutuhkan perhatian serius terhadap privasi. Data perilaku siswa tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sekolah perlu menentukan data apa yang benar-benar diperlukan, bagaimana data disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, serta bagaimana hasil analisis dijelaskan kepada siswa dan guru.
Dengan tata kelola yang tepat, IoB dapat menjadi salah satu fondasi pembelajaran vokasi yang lebih responsif. SMK MAWA dapat memanfaatkan pendekatan ini sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran TKJ/TJKT yang menghubungkan kompetensi jaringan komputer dengan AI, analisis data, IoT, dan teknologi digital masa depan.
By.Moch Wildan Dwi Syaputra